Jumat, 26 November 2010

KEUNTUNGAN DAN MANFAAT POLA HIDUP SEHAT

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh seseorang yang telah melakukan dan menerapkan pola hidup sehat yang telah dijelaskan pada artikel lain, yakni :
1. Dapat tidur dengan nyenyak
2. Dapat bekerja lebih maksimal serta meningkatkan kinerja
3. Dapat belajar dengan baik
4. Berpikiran positif dan sehat
5. Merasa damai, nyaman dan tentram
6. Memiliki penampilan yang sehat
7. Mendapatkan kehidupan dan interaksi sosial yang baik
8. Lebih percaya diri
9. Menghemat pengeluaran untuk kesehatan
10. Terhindar dari penyakit

Dengan demikian jelas bahwa dengan melakukan pola hidup yang sehat, banyak manfaat yang akan didapat dibandingkan melakukan pola hidup yang salah yang dijelaskan pada artikel lain di situs ini. Semoga anda termasuk yang menjalani pola hidup sehat.

Produk CNI yang bisa membantu mengatasinya yaitu:
• CNI HealthPack 3 in 1 2X1 sachet/hari
• Jangan lupa olah raga ringan dan teratur

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas Harga Menengah Bawah”

Untuk info & Pemesanan :
HUB : MUHAMAD IPANGO
Telp / Hp : 021-7816369 / 081523639145


Untuk pesan Produk bisa Transfer ke :
BCA No. Rek: 3051373021 Atas nama: MUHAMAD IPANGO
(kami SIAP melayani pengiriman seluruh wilayah Indonesia ditambah ongkos kirim)

Keunggulan ASI dan Manfaat Menyusui

Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.

1.Aspek Gizi
Manfaat Kolostrum
• Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
• Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
• Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
• Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Kesehatan Vagina

Merawat Organ Kewanitaan Tinggal di daerah tropis yang panas membuat kita sering berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama pada organ seksual dan reproduksi yang tertutup dan berlipat. Akibatnya bakteri mudah berkembang biak dan eksosistem di vagina terganggu sehingga menimbulkan bau tak sedap serta infeksi. Untuk itulah kita perlu menjaga keseimbangan ekosistem vagina.

Ekosistem vagina adalah lingkaran kehidupan yang ada di vagina. Ekosistem ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu estrogen dan laktobasilus (bakteri baik). Jika keseimbangan ini terganggu, bakteri laktobasilus akan mati dan bakteri pathogen akan tumbuh sehingga tubuh akan rentan terhadap infeksi.

Kesalahan Besar Dalam Diet

Bagi yang menyukai bentuk tubuh ideal, tentunya harus menjaga pola hidup yang sehat dan seimbang. Namun, hal itu tidaklah mudah untuk diterapkan. Bahkan, sebagian besar orang justru keliru melakukan pola diet yang benar.

Berikut ini beberapa kesalahan umum yang sering dihadapi saat berdiet dan tips mengatasinya.

Tidak sarapan
Diet dengan menghindari sarapan pagi akan berdampak buruk bagi kesehatan. Anda akan merasa lapar saat bekerja dan cenderung untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat bagi tubuh. Bawalah selalu makanan dalam perjalanan, seperti buah, yoghurt atau sereal bebas lemak.


Makanan kegemaran keluarga
Buah hati atau suami Anda pasti memiliki makanan favorit dan hal tersebut sangat sulit dihindari dalam menu keluarga. Masalahnya hampir semua masakan favorit keluarga adalah makanan yang tinggi lemak dan kalori. Jadi, makanlah menu favorit itu dalam porsi kecil saja dan perbanyak porsi salad atau sayur dalam menu Anda. Cobalah untuk mengganti menu favorit keluarga dengan jenis makanan yang rendah lemak.

Jumat, 05 November 2010

Keputihan? Hindari Gula

Mitos makan nanas akan menyebabkan keputihan membuat buah yang tinggi kandungan vitamin C ini dihindari banyak perempuan. Buah lain yang juga disebut-sebut menyebabkan keputihan adalah mentimun dan pisang ambon, padahal mitos tersebut salah besar.

Keputihan, menurut dr Dwiana Ocviyanti, SpOG, sebagian besar disebabkan karena infeksi jamur (candidas), bakteri, dan parasit. "Keluarnya cairan atau lendir dari vagina dianggap tidak normal atau keputihan bila menimbulkan keluhan, seperti gatal dan berbau," kata dokter Ovi.

Munculnya jamur di organ intim bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya berat badan berlebih, lembab, serta kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. "Jamur juga berkaitan erat dengan imunitas. Daya tahan tubuh rendah bisa menyebabkan keluarnya cairan keputihan secara berlebihan," papar dokter yang menjadi staf pengajar di Departemen Obgin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Tentu saja keputihan bisa dicegah. Yang terutama adalah menjaga kebersihan pribadi. Membasuh organ intim dengan cara benar, mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari, serta hindari menggunakan panty liner dalam waktu yang lama.

"Makanan yang mengandung gula tinggi juga sebaiknya dihindari karena bisa melemahkan daya tahan tubuh," ujar Ovi. Pada orang yang gelisah, stres, atau kecapekan, keputihan juga kerap muncul. "Bila daya tahan tubuh rendah, jamur bisa merajalela," katanya.

Mengenai pengobatannya, Ovi menyarankan agar tidak sembarangan mengobati sendiri. "Bila muncul keputihan, lebih baik periksakan ke dokter sebelum telanjur parah. Apalagi jamur tidak bisa sembuh sendiri, harus diobati," ujar Ovi.

Produk CNI yang bisa membantu mengatasi keputihan, yaitu:
• CNI Sun Chlorella 2X5 tab/hari
• CNI Ester-C Plus 2X1 tab/hari
• Pakai sabun RJ KANRO Antiseptic

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas Harga Menengah Bawah”

Untuk info & Pemesanan :

HUB : MUHAMAD IPANGO
Telp / Hp : 021-7816369 / 081523639145


Untuk pesan Produk bisa Transfer ke :
BCA No. Rek: 3051373021 Atas nama: MUHAMAD IPANGO
(kami SIAP melayani pengiriman seluruh wilayah Indonesia ditambah ongkos kirim)

Kembali ke ASI sebagai Nutrisi Terbaik untuk Bayi

SIARAN PERS

AIMI : Kembali ke ASI sebagai Nutrisi Terbaik untuk Bayi

Ditengah maraknya berita mengenai bakteri Enterobacter Sakazakii yang mencemari berbagai produk susu formula dan makanan instan untuk bayi dan balita (yang hasil penelitiannya sebenar sudah dirampungkan oleh para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dilaporkan kepada BPOM sejak tahun 2006), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyerukan ajakan untuk kembali ke Air Susu Ibu (ASI) sebagai satu-satunya sumber nutrisi yang terlengkap dan terbaik untuk bayi dan balita.

Ketua AIMI Mia Sutanto dalam siaran persnya mengatakan, bukti yang menguatkan pernyataan tersebut semakin tak terbantahkan. “Nutrisi dan kalori yang terkandung di dalam ASI sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, jadi tak perlu tambahan susu formula apapun” katanya di Jakarta, kemarin (26/2).

ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air garam dan gula yang semuanya sudah secara khusus dikomposisikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi. Lebih lanjut Mia menjelaskan, ASI mengandung sel-sel hidup yang berperan sebagai zat anti infeksi dan imunitas alami untuk melindungi bayi dari berbagai ancaman penyakit. “Tentu sel-sel hidup ini tidak ada dalam produk susu formula.” katanya.

Oleh karena itu, “Bicara mengenai keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula sudah pasti sangat banyak, selain dari segi kandungan dan kecukupan nutrisi, kemudian faktor imunitas atau perlindungan tubuh, juga dari segi kedekatan ibu dan anak (bonding) yang tak akan tertandingi oleh apapun,” tambahnya.

Mia kemudian melanjutkan, AIMI akan secara konsisten terus menyerukan kepada seluruh ibu-ibu di Indonesia untuk kembali memberikan ASI kepada bayinya. “Jangan mempertaruhkan masa depan bayi-bayi Indonesia dengan tidak memberikan ASI, yang sudah terbukti merupakan makanan yang paling bagus, paling lengkap dan paling higienis untuk dikonsumsi oleh bayi.”

Memberikan ASI sebagai satu-satunya nutrisi terbaik untuk bayi, lanjut Mia, memang membutuhkan persiapan khusus sejak masa kehamilan. “Namun semua proses persiapan untuk memberikan ASI bisa dilakukan dengan mudah karena bekal utamanya hanyalah pengetahuan yang memadai dan pikiran positif dan niat si ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya serta dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sesuai dengan rekomendasi WHO/UNICEF dan juga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), untuk bayi harus diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan kemudian dilanjutkan dengan MPASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas. ASI diteruskan hingga 2 tahun atau lebih sesuai dengan keinginan ibu dan bayi.

Selanjutnya, karena ASI bisa memenuhi kebutuhan kalori sebesar 100% untuk bayi yang berusia 0-6 bulan, 70% untuk usia bayi 6-12 bulan dan 30% untuk usia anak diatas 12 bulan, maka pemberian susu tambahan setelah masa ASI Eksklusif juga tidak diperlukan. “Saat ini masih banyak ibu yang berpendapat bahwa setelah masa ASI Eksklusif pemberian susu formula untuk bayi diatas 6 bulan atau diatas 1 tahun menjadi kebutuhan wajib, padahal selama anak masih mendapatkan ASI hal tersebut tidak diperlukan,” tandasnya. Mia kemudian menambahkan bahwa, apabila karena sesuatu hal orangtua memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya, ada 3 hal yang perlu diingat, “Susu formula bukanlah produk yang steril, tidak ada satupun susu formula yang komposisi dan kualitasnya mendekati ASI, dan pemberian susu formula bukannya tanpa resiko,” tegasnya.

AIMI juga sangat menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari bahwa temuan IPB ini merupakan salah satu bentuk perang produk. “Sangat tidak pada tempatnya Menteri Kesehatan yang seharusnya menyikapi temuan ini dengan arif dan mencermatinya secara positif, malah mengeluarkan pernyataan prematur yang cenderung bersifat defensif dan memihak pada produsen susu formula dengan mendiskriditkan temuan tersebut,” tegas Mia. Seharusnya dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kesehatan, tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan masyarakat (bukan kepentingan pengusaha) dengan segera menindaklanjuti temuan tersebut dan selanjutnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah timbulnya keresahan serta terjadinya kerugian yang lebih besar pada masyarakat.

sumber: www.aimi-asi.org

Produk CNI yang bisa membantu meningkatkan kualitas ASI, yaitu:
• CNI HealthPack 3 in One 2x1 sachet/hari

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”

Untuk info & Pemesanan :

HUB : MUHAMAD IPANGO
Telp / Hp : 021-7816369 / 081523639145


Untuk pesan Produk bisa Transfer ke :
BCA No. Rek: 3051373021 Atas nama: MUHAMAD IPANGO
(kami SIAP melayani pengiriman seluruh wilayah Indonesia ditambah ongkos kirim)