Tampilkan postingan dengan label Lyophilized Royal Jelly. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lyophilized Royal Jelly. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Kamus Kecil seputar vagina dan seputarnya


Tahukah anda kalau…
• Vagina mengeluarkan cairan ± 1 sampai 2 sendok teh per harinya.


• Keputihan? Perbanyaklah makan Yoghurt, karena bakteri baik di dalamnya berkhasiat melawan ragi.

• Yoga membantu memperbaiki letak janin dalam kandungan.

• Berpikir ulang jika anda menggunakan G-string, karena celana dalam sexy ini dapat melukai dan membuat vagina anda iritasi. Jika sampai membuat kista di kelenjar bartholin akan membuat anda kekurangan pelumas saat berhubungan sex!

• Sakit akibat menstruasi, ringankan dengan mencampurkan kelopak mawar kering dengan teh. Karena aroma ringan dan manisnya akan membantu sirkulasi darah anda sehingga menghasilkan lebih sedikit gumpalan darah saat menstruasi.

• Cara merawat vagina mudah sekali, hindari sabun yang beraroma saat membersihkannya dan bersihkan bagian luar vagina saja. Sesekali tidur tanpa celana dalam itu baik loh, untuk membuat vagina anda tetap bernafas.

• Aroma vagina yang normal agak berbau asam dan dapat berubah tergantung pola makan dan hormon. Bila baunya mulai menyengat segera hubungi dokter.

• Perokok memiliki resiko terbesar untuk mengalami kanker vagina dan vulva dan menopause 2 tahun lebih cepat.

• Tampon bisa digunakan untuk mengetahui kuman HPV (Human Papiloma Virus) alias kutil kelamin. Caranya, gunakan tampon saat tidak haid untuk mengambil contoh DNA dan kirimkan ke laboratorium. Dan tinggal tunggu hasilnya…

Sumber : cleo magazine


============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 

Rabu, 10 Oktober 2012

Kanker Payudara dan Pencegahannya


Data terakhir menunjukkan bahwa kematian akibat kanker pada wanita tetap menunjukkan titik tertinggi. ”Khusus kanker payudara menduduki peringkat kedua penyebab kematian pada wanita, setelah kanker leher rahim,” ucap Dr. Asrul Harsal, Sp.PD, KHOM, di Jakarta, Selasa (3/5) lalu.

Akan tetapi menurutnya, kanker payudara ternyata bukan hanya monopoli kaum wanita. Kaum pria pun bisa mengalaminya. Meski angkanya relatif kecil yakni hanya sekitar satu persen dari total pria Indonesia kini. Asrul juga mencermati bahwa kanker payudara pada wanita harus diwaspadai sejak dini karena bisa mengakibatkan kematian. ”Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm dalam waktu 8-12 tahun,” ujarnya.

Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara, kemudian dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Sedangkan mengenai kapan penyebaran itu berlangsung, hingga kini tak banyak teknologi yang mampu mengetahuinya. ”Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.”

Deteksi Dini
Satu-satunya cara yang menurutnya efektif sampai saat ini hanya dengan melakukan deteksi sedini mungkin pada kemungkinan timbulnya penyakit ini. ”Sampai saat ini satu-satu cara untuk mendeteksi adanya kanker pada payudara adalah dengan melakukan upaya Sadari (pemeriksaan payudara sendiri- red),” ungkap Asrul lagi.

Tindakan ini menurutnya sangat penting, karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Bahkan pada wanita normal, American Cancer Society menganjurkan wanita yang berusia di atas 20 tahun untuk melakukan Sadari setiap tiga bulan, usia 35—40 tahun melakukan mamografi, di atas 40 tahun melakukan check up pada dokter ahli, lebih dari 50 tahun check up rutin dan mamografi setiap tahun, dan bagi wanita yang berisiko tinggi pemeriksaan dokter lebih sering dan rutin.

Asrul juga menjelaskan pengobatan kanker payudara yang disepakati oleh ahli kanker di dunia bisa melalui beberapa tahap. Pada tahapan stadium I, dilakukan operasi dan kemoterapi.